|
Written by Anindita Arsanti
|
|
Sunday, 06 November 2011 20:52 |
|
Termasuk 10 Besar Lomba Menulis Hikmah Ramadhan IMSA-FLP AC 2011 Bocah Penggema Azan Oleh : Anindita Arsanti Mungkin salah satu hal yang sangat sering ingin dilakukan oleh anak albino seperti aku adalah merubah warna kulit sekujur tubuhku agar menyamai teman-temanku. Agar tak perlu lagi aku menunduk, saat ada orang yang menatapku lekat mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Agar tak perlu lagi wajahku memanas dan mataku berair, saat orang-orang itu kemudian mulai berbisik satu sama lain setelah menatapku. Agar tak perlu lagi aku mengadu pada ibu tentang segerombolan anak nakal di sekolahku yang sering mengataiku sebagai anak kena kutuk. Kulitku putih susu, sangat putih, terkadang agak kemerahan dengan bercak coklat. Rambut dan alis mataku pirang. Aku juga mengenakan kacamata tebal dan bertopi ke mana-mana, begitulah kurang lebih penampilanku. Sudah terlalu sering aku merasa dianggap aneh, ditolak dan tidak berguna. Tapi selalu ibuku-lah yang bisa mengembalikan senyumku. Ayah wafat ketika aku berumur lima tahun, dan aku anak tunggal. |
|
Read more...
|
|
|
Cerita Untuk Sebuah Nisan |
|
|
|
|
Written by Syahrizal Bakhtiar
|
|
Sunday, 06 November 2011 20:51 |
|
Termasuk 10 Besar Lomba Menulis Hikmah Ramadhan IMSA-FLP AC 2011 CERITA UNTUK SEBUAH NISAN Syahrizal Bakhtiar Aku masih ingat jari-jari tangan ibu meregang membentuk angka tiga. Matanya semakin sayu dan suaranya semakin parau. Dibisikannya sebuah kalimat di telingaku. “Nak, aku masih berhutang puasa tiga hari.” Surau berteriak lantang kala seorang bilal mengumandangkan adzan diatas masjid kami yang belum selesai dibangun. Masjid kecil, hanya berdiri diatas pilar-pilar, berlantai tanah dipadatkan dan beratap kain terpal. Sekeliling masjid tertutup lembaran kain bekas spanduk jalan. Lampu terpasang pada beberapa titik dengan nyala semampunya. Lantai hanya beralas karpet berlubang dan tikar seadanya. Walau begitu aku terharu pada semangat warga saat pertama kali Ramadhan datang. Semua barisan shalat dari depan sampai belakang penuh dan sesak. Semua jamaah berdesakan satu dengan lainnya memperebutkan tempat paling depan. Adapula dari mereka yang mencari tempat paling nyaman. |
|
Read more...
|
|
Written by Dewi Yuliasari
|
|
Sunday, 06 November 2011 20:44 |
|
Termasuk 10 Besar Lomba Menulis Hikmah Ramadhan IMSA-FLP AC 2011 DEAR FATTIAHMED Dewi Yuliasari Dear Barry, It’s really nice to know you. Hope we can be a good friend forever. Best Regards, Fattiahmed Alunan merdu Al-quran dari masjid didekat rumahku terasa lebih syahdu mengiringi kesucian bulan ramadhan yang indah dan terasa lebih berwarna saat aku menemukan foto gadis berwajah cantik dalam Yahoomail-ku, berkerudung pashmina menutupi rambut legamnya, menyisakan sedikit poni yang terlihat di bagian depan terlihat menyempurnakan setiap lekukan bentuk wajahnya. Hidung tinggi khas wanita Turki, mata almond besar dan bibir memerah tanpa pulasan lipstik. Cantik, sangat cantik, kesempurnaan ciptaan sang Khalik. Dengan bersemangat segera kubalas perkenalan itu. |
|
Last Updated ( Sunday, 06 November 2011 20:50 )
|
|
Read more...
|
|
Written by Muhammad Yusuf Efendi
|
|
Sunday, 06 November 2011 20:41 |
|
Termasuk 10 Besar Lomba Menulis Hikmah Ramadhan IMSA-FLP AC 2011 Kematian Sang Ayah Muhammad Yusuf Efendi Ramadhan hari ke-dua, hari itu udara kurasakan cukup panas untuk suhu rata-rata kota San Francisco. Kota ini terkenal dengan udara sejuk sepanjang tahun. Ketika melihat suasana kota akan kita lihat banyak wisatawan. Mereka datang dari daerah panas dan bersalju. Ingatanku terbawa saat aku pertama kali menginjakkan kakinya di kota turis ini. Terekam kuat di kepalaku ketika pertama kali datang di kota San Francisco tahun 2004. Bulan Agustus yang katanya sudah di tengah-tengah musim panas pun masih aku rasakan dingin. Bahkan aku harus melawan udara dingin dengan memakai jas kantor dan jaket Alpina yang aku beli di Bandung 13 tahun yang lalu. Jaket merah ini pertama menemaniku ketika akan berangkat belajar studi ke Jepang. Ketika jalan-jalan di tengah kota, aku lihat orang-orang di kiri kananku mereka memakai pakaian tipis. Mungkin mereka sudah terbiasa dengan udara dingin musim panas di kota ini. Telpon genggam blackberry merahku bergetar keras, pertanda ada telpon masuk. Aku tekan tombol hijau dan ku dekatkan ke telinga. “Assalamualaikum!”, kataku. “Waalaikumussalam,” jawabnya. Terdengar suara yang aku sangat aku kenal di seberang sana. Setelah ngobrol ringan saling menanyakan kabar, kemudian ia menyampaikan sebuah berita tentang meninggalnya seorang Muslim Indonesia di San Francisco. Ada sebuah permintaan darinya untuk membantu memandikan jenazah. Permintaan itu aku penuhi dengan senang hati. Hari itu memang hari biasa, banyak orang yang masuk kantor, dan tidak semua orang mempunyai waktu luang untuk bisa melakukannya. |
|
Read more...
|
|
Written by Aditha Prawatyo
|
|
Sunday, 06 November 2011 20:39 |
|
Termasuk 10 Besar Lomba Menulis Hikmah Ramadhan IMSA-FLP AC 2011 MALAM KE DUA PULUH ENAM Aditha Prawatyo “Idiih, ayah menangis. Ayah cengeng...,” anakku memergoki aku sedang menangis. Menjelang berbuka puasa di suatu ramadhan, saat itu aku sedang memegang dan membaca buku berjudul Dahaga. Sebelumnya kulihat anakku sedang asyik di depan komputer, browsing tentang lailatul qodar. Istriku sedang di belakang menyiapkan menu berbuka untuk kami sekeluarga. Aku jelas kaget tiba-tiba dia mengatakan aku sedang menangis. Kukatakan padanya aku tidak menangis namun terharu. “Kalau ayah menangis tentu air matanya mengalir deras. Emang Biyyu lihat air mata ayah banyak yang keluar?” tanyaku padanya. Anakku hanya menggelengkan kepalanya. “Tapi benar kan, ayah menangis walaupun air matanya cuma dikit?” Pertanyaannya hanya ingin mempertegas keadaanku saat itu. Aku memeluknya dengan hangat, kemudian mengajaknya bicara. |
|
Last Updated ( Sunday, 06 November 2011 20:41 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 11 |